TpMlGUr8GSM9GpOiTSM6TSO0TY==

Toto Wolff Ungkap Perjalanan Investasi Saham Mercedes yang Kini Bernilai Rp2 Miliar Dolar AS

Toto Wolff Ungkap Perjalanan Investasi Saham Mercedes yang Kini Bernilai Rp2 Miliar Dolar AS


Toto Wolff mengungkap kisah di balik investasi yang mengantarkannya menjadi salah satu figur terkaya di dunia Formula 1. Perjalanan tersebut berawal dari ambisi, kepercayaan, serta sebuah percakapan penting dengan legenda F1, Niki Lauda.

Pria asal Austria berusia 54 tahun itu memiliki posisi yang cukup unik di paddock Formula 1. Selain menjabat sebagai kepala tim Mercedes, Wolff juga mempunyai kepemilikan saham yang cukup besar di tim yang dipimpinnya.

Saat ini, Wolff masih memegang sekitar 28 persen saham Mercedes. Sebelumnya, ia memiliki 33 persen saham, sebelum menjual lima persen kepemilikannya pada akhir tahun lalu dengan nilai transaksi yang diperkirakan mencapai 300 juta dolar AS.

Saham yang pertama kali dibeli Wolff pada 2013 dengan nilai sekitar 55 juta dolar AS kini diperkirakan telah berkembang hingga mencapai nilai fantastis, yakni sekitar 2 miliar dolar AS.

Nilai Mercedes sendiri mengalami pertumbuhan luar biasa. Ketika Wolff pertama kali berinvestasi, valuasi tim tersebut diperkirakan berada di kisaran 165 juta dolar AS. Kini, nilai keseluruhan tim Mercedes disebut telah mencapai sekitar 6 miliar dolar AS.

Dalam sebuah wawancara di podcast SAP, Wolff menceritakan bagaimana kesempatan untuk menjadi pemilik sekaligus pemimpin tim Mercedes bermula.

“Mercedes menanyakan kepada saya apakah saya ingin menjadi pemegang saham sekaligus menjalankan tim ini. Saat itu, kesepakatannya adalah saya bisa memiliki 40 persen, sementara Mercedes memegang 60 persen,” ungkap Wolff.

Namun, rencana awal tersebut berubah setelah Niki Lauda, yang ketika itu menjabat sebagai chairman non-eksekutif, ikut terlibat dalam proses negosiasi.

Wolff mengenang momen penting tersebut. Setelah berdiskusi selama beberapa waktu, Lauda menyampaikan keinginannya untuk ikut memiliki saham dengan persyaratan yang sama.

“Niki kembali dua jam kemudian dan berkata bahwa ia yakin ini bisa menjadi sebuah kesuksesan. Ia menilai saya cukup baik dalam berbisnis dan ingin memiliki 10 persen saham dengan persyaratan yang sama. Jika itu disetujui, maka ia akan bergabung,” kenang Wolff.

Wolff akhirnya menerima permintaan tersebut. Meski keputusan itu membuat porsi kepemilikannya berkurang—yang jika dihitung berdasarkan nilai saat ini setara dengan ratusan juta dolar AS—ia mendapatkan sesuatu yang jauh lebih berharga, yakni kemitraan dan persahabatan dengan Lauda.

Kolaborasi Wolff dan Lauda kemudian menjadi salah satu fondasi kesuksesan besar Mercedes di Formula 1. Bersama-sama, mereka membawa Silver Arrows mendominasi kompetisi dan meraih enam gelar juara dunia bersama Lewis Hamilton serta satu gelar melalui Nico Rosberg.

Menurut Wolff, salah satu faktor utama keberhasilan tersebut adalah kepercayaan penuh yang diberikan Mercedes kepada dirinya dan Lauda.

“Kami diberikan kebebasan penuh untuk menjalankan Mercedes. Dalam dunia korporasi, hal seperti itu sangat jarang terjadi. Hingga saat ini, mereka terus mempercayai saya dan tim,” ujar Wolff.

Sebelum bergabung dengan Mercedes, Wolff juga pernah memiliki sekitar 15 persen saham tim Williams. Namun, kesempatan untuk pindah ke Mercedes dianggapnya sebagai peluang bisnis dan karier yang jauh lebih besar.

Sebelum resmi bergabung, proses negosiasi antara Wolff dan pabrikan asal Stuttgart tersebut berlangsung secara rahasia selama hampir satu tahun. Negosiasi itu turut melibatkan mitra bisnisnya, Rene Berger, serta sejumlah perwakilan dari kedua pihak.

Keinginan Wolff untuk memiliki kendali penuh atas masa depan finansialnya ternyata berakar dari pengalaman hidupnya sejak kecil. Ayahnya meninggal karena kanker ketika Toto masih berusia 15 tahun, sebuah peristiwa yang membuatnya harus belajar bertanggung jawab atas kehidupannya sejak usia muda.

Wolff mengatakan pengalaman tersebut membentuk cara pandangnya dalam mengambil keputusan.

“Ketika saya harus mengambil kendali atas kehidupan saya di usia muda, saya belajar untuk bertanggung jawab atas keputusan sendiri. Mengambil keputusan selalu terasa cukup alami bagi saya karena sejak kecil saya memang sudah harus melakukannya,” kata Wolff.

Tekad untuk tidak bergantung secara finansial kepada orang lain kemudian menjadi salah satu prinsip utama dalam setiap keputusan investasinya.

Prinsip tersebut pada akhirnya membawa Wolff pada investasi di Mercedes, yang kini menjadi salah satu kisah investasi paling menguntungkan dalam sejarah olahraga profesional.

Kesuksesan model kepemilikan Wolff juga menarik perhatian sejumlah tokoh di Formula 1. Mantan kepala tim Red Bull, Christian Horner, bahkan disebut-sebut tertarik menerapkan model serupa apabila suatu saat kembali ke ajang F1.

Transformasi investasi senilai sekitar 55 juta dolar AS menjadi kepemilikan bernilai sekitar 2 miliar dolar AS pun menjadikan kisah Toto Wolff sebagai salah satu cerita bisnis paling menarik yang pernah lahir dari dunia Formula 1.

toto

Konten berikut adalah iklan otomatis yang ditampilkan oleh Advernative. JemberTerkini.ID tidak terkait dengan materi konten ini.

Ketik kata kunci lalu Enter

close