Jember Terkini - Produsen perlengkapan kamar mandi asal Jepang, TOTO, semakin serius menggarap industri semikonduktor. Perusahaan menyiapkan investasi sebesar 80 miliar yen atau sekitar Rp8,8 triliun dalam lima tahun ke depan untuk memperkuat pengembangan material pendukung fabrikasi chip berteknologi 1 nanometer (nm).
Selama ini TOTO dikenal luas sebagai produsen perlengkapan sanitasi berbahan keramik. Namun, di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI), perusahaan melihat bisnis material semikonduktor memiliki prospek pertumbuhan dan profitabilitas yang jauh lebih besar dibandingkan lini bisnis utamanya.
Investasi tersebut akan difokuskan di fasilitas riset dan produksi TOTO yang berlokasi di Prefektur Kanagawa, dekat Tokyo. Di lokasi ini, perusahaan akan mengembangkan teknologi logic semiconductor dengan proses fabrikasi berukuran sekitar 1 nm, yang menjadi salah satu target industri chip generasi berikutnya.
Meski baru ramai diperbincangkan, TOTO sebenarnya telah memasuki bisnis material semikonduktor sejak era 1980-an. Perusahaan kini memiliki sejumlah produk penting dalam rantai pasok industri chip, di antaranya Electrostatic Chucks (ESC) sebagai penjepit wafer silikon berbahan keramik, Ceramic Aerosol Deposition (AD) Films yang meningkatkan ketahanan panas pada peralatan manufaktur chip, serta High-Rigidity Structural Ceramics untuk sistem transportasi, pemrosesan, dan inspeksi presisi pada industri semikonduktor maupun panel LCD.
Bisnis ini sempat mengalami tekanan dan mencatat kerugian selama bertahun-tahun. Namun sejak sekitar 2020, lonjakan permintaan chip AI mendorong pertumbuhan signifikan pada segmen tersebut. Kini, divisi material semikonduktor justru menjadi kontributor laba terbesar TOTO, melampaui bisnis perlengkapan sanitasi yang selama ini menjadi identitas perusahaan.
Pada tahun fiskal yang berakhir Maret lalu, penjualan divisi material semikonduktor meningkat 34% menjadi 67,4 miliar yen atau sekitar Rp7,4 triliun. Sementara itu, laba operasionalnya melonjak 42% menjadi 28,9 miliar yen atau sekitar Rp3,1 triliun.
Meski kontribusi pendapatannya baru sekitar 10% dari total penjualan perusahaan, divisi ini telah menghasilkan laba yang lebih besar dibandingkan bisnis perlengkapan rumah tangga dan sanitasi TOTO yang selama ini menjadi tulang punggung perusahaan.

