![]() |
| Narsun mengembangkan usaha BRILink sekaligus memperluas akses jaminan sosial bagi pekerja informal. (Dok. Ist) |
JEMBERTERKINI.ID — Perjalanan Narsun dari pengelola konter pulsa di Bandung berkembang jauh melampaui bisnis layanan telekomunikasi. Melalui BRILink, ia kini menjadi agen kategori “Juragan” sekaligus berhasil mendaftarkan 7.215 pekerja bukan penerima upah (BPU) sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.
Kisah Narsun bersama BRI sebenarnya sudah dimulai sejak sekitar 2002, ketika ia membuat rekening bank tersebut tidak lama setelah lulus SMA. Namun, titik penting dalam perjalanan usahanya terjadi pada 2007 saat ia menyewa rumah kontrakan di Kota Bandung untuk membuka konter pulsa dan menjual telepon genggam.
Pada 2014, seorang petugas BRI bernama Robi datang menawarkan kesempatan menjadi BRILink Agen. Narsun kemudian mendaftarkan diri melalui BRI Unit Bandung Naripan dengan didampingi Robi yang saat itu bertugas sebagai Mantri BRI.
Awalnya, Narsun belum melihat peluang besar dari layanan tersebut karena transaksi yang masuk masih sangat sedikit.
“Sebenarnya saya tidak terlalu mengerti dan kurang tertarik karena transaksi awal cuma sedikit, bisa dihitung jari,” ujarnya.
Melihat peluang dari BRILink
Pandangan Narsun mulai berubah setelah mengikuti gathering yang digelar BRI untuk para agen. Ia melihat sejumlah agen berprestasi mendapatkan apresiasi, termasuk emas dan televisi, yang kemudian memotivasinya untuk mengembangkan BRILink secara lebih serius.
“Di sana ada pembuktian, banyak yang dapat hadiah seperti emas dan TV. Saya jadi merasa tertantang dan termotivasi karena luar biasa hadiahnya,” cerita Narsun.
Dukungan petugas BRI terhadap masukan dan keluhannya di lapangan juga membuat Narsun semakin terdorong. Dari usaha yang awalnya hanya menjadi pekerjaan sampingan di sela mengelola konter pulsa, transaksi BRILink miliknya terus berkembang hingga masuk kategori “Juragan”.
BRILink Agen Narsun bahkan pernah mencatat rata-rata 3.840 transaksi setiap bulan. Sejak 2015, ia juga menerapkan pola jemput bola dengan mendatangi rumah warga untuk membantu pembayaran tagihan listrik dan transfer uang.
Cara tersebut membuat jangkauan pelanggannya semakin luas. Narsun pun hampir setiap tahun mendapatkan penghargaan melalui berbagai program apresiasi BRI sejak 2015.
Ia kemudian memanfaatkan teknologi untuk mempertahankan komunikasi dengan masyarakat. Salah satunya melalui grup WhatsApp yang kini beranggotakan hampir 500 warga di sekitar tempat tinggalnya.
“Biar mereka tidak bosan, saya kasih kuis. Informasi apa pun ada di situ,” terangnya.
Edukasi jaminan sosial pekerja informal
Jejaring yang terbentuk dari aktivitas BRILink kemudian dimanfaatkan Narsun untuk mengenalkan pentingnya perlindungan jaminan sosial kepada masyarakat. Ketika program BPJS Ketenagakerjaan mulai digalakkan, ia turut aktif menawarkan kepesertaan kepada warga.
Upaya tersebut sempat menghadapi penolakan dari kelurahan setempat karena adanya anggapan bahwa warga sudah mendapatkan perlindungan dari pemerintah. Narsun kemudian menjelaskan bahwa pedagang kecil dan pelaku UMKM yang termasuk pekerja BPU juga memiliki risiko saat bekerja.
Setelah penjelasan tersebut diterima, kelurahan memberikan ruang bagi Narsun untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Dari proses itu, ia akhirnya berhasil mendaftarkan 7.215 pekerja BPU sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.
Ribuan pekerja informal tersebut mendapat akses terhadap program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), dan Jaminan Hari Tua (JHT). Pencapaian itu turut mengantarkan Narsun meraih grand prize berupa satu unit mobil serta dua unit sepeda motor.
Kini, kiprah Narsun di jaringan BRILink semakin luas setelah dipercaya sebagai Ketua Paguyuban BRILink Agen Jawa Barat. Ia juga aktif menggunakan media sosial untuk memperkenalkan berbagai produk dan layanan dalam ekosistem BRI, termasuk layanan keuangan serta perlindungan asuransi dari BRI Insurance dan BRI Life.
Corporate Secretary BRI Dhanny menilai perjalanan Narsun menunjukkan bahwa BRILink Agen memiliki peran dalam memperluas akses layanan keuangan sekaligus mendekatkan masyarakat dengan berbagai program lainnya.
Menurutnya, keberadaan agen tersebut juga dapat membuka peluang usaha, menciptakan aktivitas ekonomi, dan membantu masyarakat mendapatkan akses terhadap program perlindungan sosial.



Komentar0