Jember Terkini - Meski Pulau Jawa sudah sangat padat dan hampir seluruh wilayahnya dihuni manusia, pulau ini tetap menjadi rumah penting bagi banyak spesies hewan.
Mulai dari serangga, mamalia, reptil, hingga ikan dapat ditemukan di sini. Lebih unik lagi, ada sejumlah hewan yang memiliki kata “jawa” pada namanya. Hal ini tentu menjadi daya tarik tersendiri.
Salah satunya adalah kobra jawa, salah satu ular paling mematikan di wilayah ini. Lalu ada macan tutul jawa, satu-satunya kucing besar endemik yang tersisa di Pulau Jawa.
Tak ketinggalan, landak jawa yang juga masuk kelompok hewan yang dilindungi. Sebagai warga Jawa, sudahkah kamu mengenal mereka? Jika belum, mari kita telusuri bersama!
1. Bondol jawa
Burung mungil bernama ilmiah Lonchura leucogastroides ini menjadi salah satu spesies khas Indonesia.
Menurut IUCN Red List, bondol jawa tersebar di Pulau Jawa, Bali, Lombok, hingga Sumatra bagian selatan.
Populasinya masih melimpah dan sering terlihat di sawah, kebun, padang rumput, semak, pedesaan, hingga area lembap.
Meski makanan utamanya adalah alga, burung berwarna cokelat-putih ini juga kerap memakan biji-bijian.
Kebiasaan tersebut membuat bondol jawa sering dianggap sebagai hama pertanian.
2. Macan tutul jawa
Panthera pardus melas atau macan tutul jawa merupakan kucing besar terakhir yang masih hidup di Pulau Jawa.
Saat ini, jumlahnya diperkirakan hanya sekitar 300–500 ekor dan statusnya termasuk terancam punah.
Situs Animalia menyebutkan bahwa spesies ini hanya tinggal di beberapa taman nasional, seperti Taman Nasional Alas Purwo serta Taman Nasional Ujung Kulon.
Sebagai predator puncak, macan tutul jawa bisa memangsa berbagai hewan, mulai dari tikus, kadal, burung, hingga banteng muda.
Ia juga dikenal sangat lihai memanjat, sehingga sering ditemukan beristirahat di dahan pohon.
3. Kobra jawa
Menurut The Reptile Database, jangkauan kobra jawa (Naja sputatrix) tidak hanya terbatas di Pulau Jawa, tetapi juga meliputi Bali, Nusa Tenggara, hingga Sulawesi.
Sama seperti kobra lainnya, spesies ini memiliki bisa yang sangat mematikan dan mampu menyemburkannya ke arah musuh. Gigitan kobra jawa bahkan dapat mengakibatkan kematian dalam waktu singkat.
Untungnya, sudah tersedia penawar bisa untuk mengatasi serangannya. Kobra jawa memiliki panjang tubuh hingga sekitar 1,8 meter dan biasanya ditemukan di hutan, kebun, sawah, serta daerah lembap.
Ia juga sering dijumpai di area pemukiman karena mampu beradaptasi dengan lingkungan manusia.
4. Garangan jawa
Menurut laman Ecologyasia, Urva javanica atau garangan jawa dapat tumbuh hingga panjang 42 cm dengan berat sekitar 1,8 kg.
Ia berwarna cokelat, berekor panjang, serta memiliki tubuh ramping yang memudahkannya berenang, memanjat, dan menyelinap ke celah kecil.
Garangan jawa juga pandai berkamuflase di semak, bebatuan, serta area lembap.
Walaupun menyandang nama “jawa”, persebarannya cukup luas dan mencakup Myanmar, Thailand, Vietnam, Laos, Kamboja, hingga Malaysia.
Habitatnya dapat berupa dataran rendah maupun dataran tinggi sampai 1.800 mdpl. Di alam liar, hewan ini pemangsa telur ular, tetapi sering diburu karena dianggap mengganggu kolam ikan milik peternak.
5. Landak jawa
Menurut iNaturalist, Hystrix javanica atau landak jawa adalah hewan endemik Indonesia yang populasinya terus menurun karena kerusakan habitat, perburuan liar, dan tekanan aktivitas manusia. Karenanya, landak jawa kini masuk daftar satwa yang dilindungi.
Spesies ini biasanya ditemukan di hutan dan dataran tinggi. Ia bersifat nokturnal, pemalu, bergerak cepat, dan memiliki duri tajam sebagai mekanisme pertahanan. Sayangnya, informasi mengenai perilakunya masih cukup terbatas.
Pada dasarnya, penyematan kata “jawa” pada nama hewan-hewan tersebut menunjukkan bahwa mereka pernah ditemukan atau berasal dari Pulau Jawa.
Namun, hal ini tidak berarti persebarannya terbatas hanya pada pulau tersebut. Selain itu, hubungan mereka dengan manusia juga berbeda-beda, ada yang merugikan, ada yang terancam oleh ulah manusia, dan ada pula yang memiliki peran penting dalam keseimbangan alam.***


